ekuatorial.com
Actions
Media Outlet details
| Scope | N/A |
|---|---|
| Language | English, Indonesian |
| Country | Indonesia |
|
Similarweb UVM |
Request pricing |
|
Comscore UVM |
Request pricing |
Recent Articles
Search ArticlesKrisis Iklim Kian Parah, Revisi RUEN Rentan Hanya Mengulang Belenggu Fosil
Penyusunan dan revisi Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang tengah berlangsung memicu kritik dari berbagai organisasi masyarakat sipil. Dokumen yang seharusnya menjadi kompas navigasi transisi energi Indonesia, dinilai masih terjebak dalam paradigma lama. Menurut Koalisi Masyarakat Sipil untuk Energi Bersih (KMSEB), RUEN masih mempertahankan ketergantungan pada energi fosil, minim partisipasi bermakna, serta mengabaikan ancaman krisis iklim dan keselamatan warga di tingkat tapak.
Racun Hitam di Pesisir Karawang Menggerogoti Dapur Nelayan
Pasir putih di sepanjang garis pantai Cemarajaya dan Tanjungpakis di Kabupaten Karawang beberapa hari ini tertutup gumpalan hitam lengket berminyak. Bau menyengat hidrokarbon juga menusuk hidung, menandai hadirnya bencana ekologi yang datang tanpa diundang. Peristiwa ini bermula saat ceceran minyak mentah (oil spill) pertama kali ditemukan oleh warga dan nelayan lokal di kawasan Pesisir Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya.
Mampukah Indonesia Jadi Penentu Standar Global Bursa Mineral?
Sebanyak 12.607 kolong bekas galian timah yang belum tereklamasi menganga di Kepulauan Bangka Belitung, membentang luas mengoyak lahan sekitar 15.579,7 hektare. Lanskap yang terluka ini merupakan saksi bisu dari posisi wilayah tersebut sebagai penyumbang hampir 20 persen dari total pasokan timah dunia. Di tengah realita ekologis yang memprihatinkan ini, pemerintah pusat di Jakarta justru tengah merajut sebuah ambisi besar: mengambil alih kendali atas pasar mineral global.
Dikepung Api dan Asap, Tiga Orangutan Kalimantan Terpaksa Turun ke Pemukiman
Operasi penyelamatan darurat kembali digelar di tengah pekatnya kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada 21 Agustus 2026 lalu. Tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat (Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang), Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), dan Balai Taman Nasional Gunung Palung, meluncur ke lokasi setelah mendapat laporan tiga individu orangutan terperangkap di pinggiran kebun warga.
Titik Panas Terus Melonjak, Negara Membiarkan Asap Mengepung Kalimantan
Langit di atas Pulau Kalimantan masih terus diselimuti kabut asap pekat. Bau sangit sisa pembakaran vegetasi semakin merayap hingga ke dalam rumah-rumah warga. Udara yang dihirup tak lagi menyegarkan, berubah menjadi ancaman yang mengintai setiap helaan napas. Di jalan-jalan utama Kota Palangka Raya hingga wilayah perbatasan, jarak pandang merosot tajam, memaksa para pengguna jalan menyalakan lampu kendaraan di siang hari dan mengenakan masker tebal guna menembus pekatnya polusi.
Limbah Sawit PT PPR Masih Mencemari Lahan Warga Agam Meski Izin Usaha Sudah Dicabut
Tanah yang menjadi tumpuan warga Jorong Padang Koto, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sekarang diselimuti limbah sawit yang merusak lingkungan serta kehidupan warga. Meski pemerintah secara resmi telah mencabut izin operasional PT Perkebunan Pelalu Raya (PPR), cairan limbah berwarna pekat dan berbau menyengat dilaporkan masih terus meluap serta merembes ke area perkebunan dan sumber air masyarakat.
Kalimantan Darurat Karhutla, Warga Menghirup Racun dalam Kepungan Kabut Asap
Beberapa hari terakhir cakrawala Pulau Kalimantan kembali meredup ditelan kepulan asap pekat. Pemandangan abu-abu yang menyelimuti pemukiman warga telah memangkas jarak pandang, serta memaksa warga menghirup udara yang jauh dari kata bersih. Mulai dari pesisir Barat hingga ke bagian timur Borneo, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengamuk hebat, menyebarkan bencana ekologis yang seharusnya mendapat perhatian khusus dari para pemangku kebijakan. Kondisi terparah melanda Kalimantan Barat (Kalbar).
Kampanye Selamatkan Orangutan Tapanuli, Pesepeda Hadapi Teriknya Sumatera
Butuh waktu satu pekan bagi pesepeda dari Komunitas Chemonk, gowes dari Tugu Monas hingga tiba di Kota Jambi. Tujuan akhir mereka adalah Batang Toru, Sumatera Utara. Mengayuh sepeda sepanjang 1.700 kilometer ini bagian kampanye penyelamatan Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) dalam ekspedisi yang bertajuk Hutan Merdeka. Sudah separuh perjalanan yang mereka selesaikan saat tiba di Kota Jambi. Jawahir, satu di antara lima pesepeda yang ikut dalam ekspedisi ini, terlihat masih sangat bersemangat.
Masyarakat Adat NTT Menanti Bantuan Darurat di Bawah Terpal Pengungsian
Masyarakat adat di Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan uluran bantuan taktis usai guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo menghantam wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Bencana yang terjadi menjelang fajar tersebut merusak rumah-rumah pemukiman serta berbagai fasilitas umum di sedikitnya enam komunitas adat, yakni Lawi, Rendu, Saga, Ngkiong, Watumite, dan Nangahale.
Populasi Menyusut Hampir 20 Persen, Konservasi Orang Utan Sumatera Berpacu dengan Waktu
Hasil survei terbaru populasi orang utan sumatera (Pongo abelii) yang dilakukan pada rentang tahun 2021 hingga 2023, mengonfirmasi kabar buruk terjadinya penurunan yang sangat signifikan. Dalam kurun waktu 12 tahun, mamalia arboreal ini kehilangan hampir seperlima dari total populasinya. Data hasil pemantauan menunjukkan, estimasi populasi orang utan sumatra kini berada di angka sekitar 11.694 individu.