Mongabay-Indonesia
Online/Digital
Tentang
Mongabay.co.id adalah sebuah proyek dari Mongabay.com, situs web tentang ilmu lingkungan yang populer dan berita konservasi yang dimulai pada tahun 1999 oleh Rhett A. Butler.
Mongabay.co.id diluncurkan dan beroperasi sejak April 2012 untuk meningkatkan minat terhadap alam dan kesadaran masyarakat terhadap masalah lingkungan di Indonesia. Mongabay.co.id memiliki fokus khusus pada hutan, tetapi juga menyediakan berita, analisis, dan informasi lain yang berhubungan dengan lingkungan. Source
Actions
Media Outlet details
| Scope | Local, Asian |
|---|---|
| Language | Indonesian |
| Country | Indonesia |
|
Similarweb UVM |
Request pricing |
|
Comscore UVM |
Request pricing |
Recent Articles
Search ArticlesPara Perempuan Muara Enggelam Gerakkan Ekonomi Desa Manfaatkan Energi Surya
Listrik hidup siang maupun malam hari, halusin bumbu pakai blender sampai jualan online di media sosial bisa warga Desa Muara Enggelam, rasakan setelah gunakan energi bersumber matahari. Para perempuan desa melihat peluang ketersediaan energi ini dengan menciptakan berbagai sumber ekonomi keluarga. Sebelum pakai energi surya, warga pernah gunakan genset. Pemerintah kabupaten sempat memberikan bantuan genset yang dikelola empat rukun tetangga. Warga iuran Rp10.000 per hari atau Rp300.000 per bulan.
Bukan Zebra Biasa, Bukan Pula Kuda: Kisah Tragis Quagga di Ujung Afrika
Jika kita memiliki kesempatan untuk mengunjungi daratan Afrika Selatan hari ini, kita mungkin akan beruntung bisa melihat berbagai spesies zebra yang berkeliaran bebas di padang rumput yang luas. Namun, jika kita datang sebelum akhir abad ke-19, kita akan menemukan salah satu penghuni paling ikonik yang kini telah hilang dari muka bumi. Satwa itu adalah quagga (Equus quagga quagga), seekor herbivora besar yang penampilannya menyerupai perpaduan misterius antara zebra dan kuda.
Waspadai Modus Baru Penyelundupan Komodo ke Thailand
Kepolisian Daerah Jawa Timur mengungkap modus baru penyelundupan tiga anakan komodo dari Nusa Tenggara Timur ke Thailand. Penyelundupan ini menggunakan paralon, yang juga menjadi media untuk menjebak anakan komodo di alam liar. Terhitung Januari 2025 hingga Februari 2026, para tersangka telah menyelundupkan 17 anakan komodo ke luar negeri. Alur penyelundupan dimulai dari Manggarai Timur menuju Surabaya melalui jalur laut.
Mengenang Kejayaan Nelayan Kepiting Sebelum Industri Nikel Datang ke Konawe
Menurunnya hasil tangkapan kepiting akibat rusaknya ekosistem memaksa nelayan seperti Budi beralih profesi menjadi buruh smelter, meski harus bekerja hingga 12 jam tanpa upah lembur dan dalam kondisi kerja yang melanggar aturan ketenagakerjaan. Ekspansi kawasan industri Konawe (KIK) oleh VDNI dan OSS mengalihfungsikan mangrove, tambak, dan wilayah tangkap menjadi kawasan industri seluas lebih dari 5.500 hektar, menghilangkan habitat kepiting sekaligus sumber penghidupan masyarakat pesisir.
Apakah Buaya Siam dan Buaya Badas Hitam Jenis yang Sama?
Buaya siam (Crocodylus siamensis) dan buaya badas hitam merupakan jenis yang sama. Buaya badas hitam hidup di Danau Mesangat, Kalimantan Timur. Jenis ini terkenal di dunia, karena berbeda secara fisik dan morfologi dengan buaya muara. Penyematan nama siam, diberikan karena Thailand disebut menjadi negara asal satwa tersebut. Meski berasal dari daratan yang sama di Thailand, namun jenisnya berbeda dengan di Indonesia. Ini terjadi karena adanya mutasi genetik pada ribuan bahkan jutaan tahun lalu.
Belajar dari Kasus Monyet Peliharaan Serang Balita di Madura
Balita tewas kena serang monyet peliharaan tetangganya terjadi di Pasean, Pamekasan, Jawa Timur, 1 April lalu. Pegiat satwa menyesalkan kematian balita karena serangan monyet peliharaan ini dan menilai seharusnya tak terjadi kalau pemerintah tegas mengatur jual-beli maupun pemeliharaan primata itu. Benvika, Ketua Jakarta Animal Aid Network (JAAN), mengatakan, kejadian monyet peliharaan lepas kemudian menyerang manusia sangat sering terjadi di Indonesia.
Studi Sebutkan Indeks Transisi Energi Desa Menurun
Laporan Indeks Transisi Energi Desa 2026 oleh Center of Economic and Law Studies (Celios) dan Greenpeace menunjukkan kesiapan transisi energi desa melambat akibat ketergantungan tinggi pada energi fosil serta ketimpangan fiskal dan teknologi antarwilayah.
Konflik Agraria Menahun di Kebun Sawit Sinar Mas, Padang Halaban Ricuh Lagi
Konflik agraria antara petani dan perusahaan sawit Sinar Mas di Padang Halaban, Sumatera Utara, hingga kini tak ada penyelesaian. Teranyar, orang-orang dari perusahaan merobohkan pondok-pondok baru warga hingga ricuh, dua orang petani sempat hilang dan ditemukan dalam kondisi babak belur. Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) Sumut, menyebut, dua dari 12 petani yang luka-luka itu hilang, dugaan kuat diculik.
Jerat Hukum 3 Petani Enrekang Buntut Konflik Berlarut dengan PTPN XIV Maroangin
Konflik agraria antara warga di Kecamatan Maiwa dengan perusahaan sawit negara, PTPN XIV Maroangin menahun, belum ada penyelesaian. Teranyar, tiga petani, Sidi, Herman dan Amir, terjerat hukum dan masih menjalami proses persidangan atas tudingan kasus perusakan dan penganiayaan. Proses persidangan terus berlangsung. Pada Rabu (15/4/26), sidang memasuki pembacaan tuntutan. Tiga petani Maiwa ini kena tuntut enam bulan penjara.
Menyoal Pengembalian Izin Tambang Emas Martabe
Langkah pemerintah mengembalikan izin tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, memicu kritik berbagai kalangan. Selain memperbesar risiko bencana ekologis di ekosistem Batang Toru, langkah itu sebagai bentuk inkonsistensi negara.