Project Multatuli
Verified
Online/Digital
A journalism initiative that wants to serve the public by raising the voices of marginalized, neglected communities, and marginalized fundamental issues. Source
Actions
Media Outlet details
| Scope | National |
|---|---|
| Language | English, Indonesian |
| Country | Indonesia |
|
Similarweb UVM |
Request pricing |
|
Comscore UVM |
Request pricing |
Recent Articles
Search ArticlesMalam Terakhir Bambang Setiawan, Penjual Cermin yang Tewas Dikeroyok Gerombolan Orang Tak Dikenal
Pelakunya gerombolan berpakaian sipil. Diduga ada tiga “kelompok terkoordinasi” yang diturunkan untuk melakukan kekerasan secara sporadis. * * * YOGA MEMBUKA pintu rol toko cermin milik bapaknya, Bambang Setiawan (60), yang meninggal dikeroyok gerombolan berpakaian hitam pada Jumat dini hari, 28 Agustus 2026. Melihat seisi ruangan, hati Yoga mencelos. Setiap sudut mengingatkan bapaknya. Cermin, pajangan kaligrafi, dan pigura menghiasi toko.
Warga Kalimantan Selatan Tercekik Asap, Mengais Air di Sungai yang Mengering
Pejabat dari Jakarta, juga pemerintah daerah, mengklaim kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya tidak parah karena asap cepat pergi. Namun bagi warga, karhutla tahun ini adalah yang paling melelahkan. MATAHARI di Jumat siang pekan lalu, sedang terik-teriknya. Siti Zubaidah (64) memilih beristirahat di kamar sambil mengipas-ngipas tubuhnya. Zubaidah tinggal di Kampung Pengayuan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Bekerja Tanpa Jaring Pengaman: Pengemudi Ojol Diinjak Perusahaan Platform dan Dighosting Negara
Presiden Prabowo mengeklaim pendapatan ojol naik signifikan, kenyataannya beda. Perpres Ojol juga bukan solusi matang, melainkan jalan pintas. _______ DALAM pidato kenegaraan 14 Agustus di parlemen Senayan, Presiden Prabowo Subianto mengeklaim kebijakannya bikin pengemudi ojol sejahtera. “Tadinya pengemudi ojol hanya dapat 80% dari upaya kerja mereka, karena aplikator minta 20%. Tapi dengan rekomendasi pemerintah […] Para pengemudi sekarang mendapatkan 92% dari jerih payah mereka.
Penyintas Banjir Aceh Tamiang Menghuni Atap Panas, Menjaga Harta yang Tersisa
Sembilan bulan pasca-bencana banjir Sumatra, pembangunan dan proses pemulihan bagi korban berjalan sangat lambat. Di beberapa desa di Aceh Tamiang, pembangunan huntara sudah dimulai. Namun, pembangunan minim partisipatif warga sehingga hak-hak dasar penyintas belum sepenuhnya terpenuhi. SEBUAH LEMARI KAYU tanpa pintu berdiri tegak di sudut tenda berukuran 3×4 meter. Warnanya mulai kusam. Beberapa pakaian terlipat dan tersusun rapi di rak paling atas.
Dampak MBG di Batam: Bikin Harga Ayam Naik, Susu Langka, Sampah Tidak Terkelola
JAM DINDING menunjukkan pukul 22.27 ketika Marlinda masih bertahan di balik meja kasir toko kelontongnya, Jumat, 10 Juli 2026. Di rak-rak kayu, minyak goreng, gula, dan mi instan tersusun rapi. Namun, malam itu pembeli datang bergantian dalam jeda yang panjang. Sebagian hanya membeli satu atau dua kebutuhan pokok, lalu bergegas pulang. Perempuan 48 tahun yang akrab disapa Uni Lin itu telah belasan tahun mengelola toko kelontongnya di Kota Batam.
Bencana dan yang Tak Becus Setelahnya: Korban Banjir Tapanuli Tengah Berjibaku dalam Labirin Bantuan Pemerintah
“Saya tidak tahu sampai kapan kami akan begini.” — Satu pagi di Juni 2026, di bawah matahari yang mulai terik, Masdalipah Hasibuan (50) dan enam perempuan lain sibuk mengisi bak mobil pikap dengan pecahan-pecahan batu dari satu sungai di Hutanabolon, kelurahan di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Kira-kira tujuh bulan sebelumnya, sungai yang sama meluap dan meluluhlantakkan permukiman mereka. Rumah Masdalipah hancur total. Sawah dan kebun karet keluarga rusak.
Hak Jawab Harita Nickel untuk Artikel ‘Harita dan Label Tambang Hijau di Tengah Utang Kerusakan yang Belum Dibayar’
Ratmia Dewi, Corporate Communications Harita Nickel, mewakili dan bertindak atas nama Harita Nickel, pada 5 Agustus 2026, melayangkan Hak Jawab dan Hak Koreksi kepada Redaksi Project Multatuli untuk artikel, ‘Harita dan Label Tambang Hijau di Tengah Utang Kerusakan yang Belum Dibayar’. Laporan ini merupakan hasil dari kegiatan “Jurnalis Trip” bersama WALHI Nasional, WALHI Maluku Utara, dan Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ), yang terbit pada 3 Agustus 2026.
Sumatra Merana Dalam Pusaran Bencana dan Janji Palsu Jakarta
Setelah combo siklon Senyar dan kerusakan hutan meluluhlantakkan banyak daerah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada November 2025 lalu, Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke beberapa daerah di sana. Ia hendak memastikan bahwa penanganan pascabencana benar-benar dilakukan dengan baik. “Sebagian masih banjir, sehingga kabel-kabel tidak bisa tembus.
Harita dan Label Tambang Hijau di Tengah Utang Kerusakan yang Belum Dibayar
Harita Nickel, raksasa tambang nikel di Maluku Utara, kini tengah berupaya meraih sertifikasi IRMA, standar global yang dirancang untuk mendorong praktik pertambangan bertanggung jawab. Namun, di balik proses tersebut, warga di sekitar tambang masih menanggung berbagai dampak kerusakan lingkungan akibat eksplorasi.
Sarjana di Indonesia Berakhir Menjadi Pengangguran
Sejak sepuluh tahun terakhir, jumlah sarjana yang menganggur di Indonesia terus meningkat. Kondisi semakin memburuk ketika lapangan kerja untuk sarjana juga tak kunjung ada. TAHUN lalu saya mencoba merintis usaha warung makan di sebuah lapak kuliner di Citayam, kawasan sub-urban penyangga Jakarta. Karena butuh tukang masak sekaligus jaga warung, saya melempar lowongan kerja paruh waktu di grup Telegram ‘Info Loker Bogor’.