Puti Cinintya Arie Safitri
Verified
(She/Her/They/Them)
As seen in:
Medium,
The Jakarta Post,
Kumparan,
Asia News Network (ANN),
GudegNet,
SUPERLIVE,
Pophariini,
Extreme Moshpit,
Knurd Club,
PLAK!ZINE
and
Covers:
Pop culture, self-identity, mental health, technology, philosophy, and music.
Doesn't Cover:
Politic, economy.
Menulis untuk diri sendiri, bercerita untuk orang lain — Founder dan Redaktur @IntroMagz — Kini terafiliasi @Sajama_Cut dan lainnya — Sebar Nada Publicist.
Articles by Puti Cinintya Arie Safitri
Indonesia’s indie musicians make a living from everything but music
July 1, 2026 BEKASI, WEST JAVA – On a weekday morning in Samarinda, East Kalimantan, Wendra irons his shirt, packs his bag and arrives at his government desk at the usual hour. By most measures, his band, Murphy Radio, is doing well. The math-rock trio draws 226,000 monthly listeners on Spotify. They have toured China. A government creative economy program commissioned a music video for their song “Graduation Song.” None of that changes the morning routine.
Indie musicians make a living from everything but music
O n a weekday morning in Samarinda, East Kalimantan, Wendra irons his shirt, packs his bag and arrives at his government desk at the usual hour. By most measures, his band, Murphy Radio, is doing well. The math-rock trio draws 226,000 monthly listeners on Spotify. They have toured China. A government creative economy program commissioned a music video for their song "Graduation Song." None of that changes the morning routine. "Everything I do basically comes down to, just keep going.
Ezra Enamore: Di Antara Ketukan Drum dan Mekarnya Anggrek
Ezra Adinugroho menjalani dua kehidupan yang sama-sama ia tekuni: sebagai drummer Enamore dan pegiat anggrek yang telah mewakili Indonesia di ajang internasional. Ezra Adinugroho di tengah deretan anggrek yang sedang mekar di DD Orchid Nursery, Kota Batu / Dok. Puti Cinintya Arie Safitri Saya hampir tidak jadi ke Batu. Tiket kereta pertama sudah terbeli, jadwal sudah tersusun, satu hari istirahat di Malang sebelum wawancara sudah terbayang.
Jadi Bocah Nanas-nya Podcast Seminggu Biar Lo Makin Lucu di Tongkrongan
Sumber: Instagram @awwe182/@piokharisma Podcast sekarang makin banyak bertebaran di Youtube dengan berbagai macam bentuknya. Tapi ada satu yang lumayan nyantol di gue: Podcast Seminggu. Ini beneran kayak tongkrongan digital, dua orang ngobrol ngalor-ngidul, topiknya random abis, tapi seringnya relate sama hidup lo. Buat lo yang belom tau, Podcast Seminggu itu isinya obrolan antara Andi Wijaya alias Awwe yang dikenal sebagai stand-up comedian.
Lo Harus Banget Belajar Fashion ke Indra Jegel, Biar Outfit Lo Makin TEK!
Sumber: Instagram @indrajegel/@jozz_felix Pernah gak sih lo dapet kata-kata ‘Tek’ berseliweran di Tiktok dan IG? Nah, biasanya, istilah itu keluar dalam obrolan fashion gitu. Dan pastinya selalu berkaitan dengan salah satu komika terkenal di Indonesia, Indra Jegel. Gue ceritain dikit ya, Indra Jegel tuh nggak cuma komika atau aktor doang, tapi sekarang dia juga sering banget pamerin style-nya di TikTok sama IG. Kalau lo ngerasa baju lo itu-itu aja, mungkin emang waktunya dapet ‘ilmu tek’ dari dia.
Selain Thee Marloes, Siapa Lagi Musisi Indonesia Yang Pernah Main di KEXP?
Source: Instagram @theemarloes/@ayughia Bro, tau gak kalau Thee Marloes lagi sering jadi bahan omongan gara-gara tampil dalam live session di KEXP? Keren banget, bisa bawa nama Indonesia ke kancah musik internasional! Eh tapi nih ya, ternyata mereka bukan satu-satunya yang udah ngerasain panas dingin panggung KEXP di Seattle. Ada juga ALI, LAIR, Filastine & Nova, sampe NIKI yang udah nyicip panggung keren itu.
Dua Hari di Jazz Traffic: Sepaket Vibes Jazzy, Hits, dan Ambyar Jadi Satu!
Grand City Convex Surabaya malam itu langsung berubah suasana. Nggak cuma jadi venue, tempatnya terasa kayak ruang nongkrong besar yang tahu cara bikin vibe yang mantap; musik melayang dari main stage ke exhibition hall, orang-orang nyanyi bareng, dan mood bergeser pelan tapi pasti ke arah asyik. Yang paling kelihatan beda: MLDSPOT Stage Bus Jazz sekarang indoor di area Exhibition Hall. Posisi ini bikin set-stage terasa lebih intim. Bisa makan, ngobrol, terus ngedance kalau mau.
Street Culture Bukan Cuma Gaya Doang: Obrolan Bareng Yacko dan Matter Mos
Source: Instagram @putraalvin__/@itsyacko, @mattermos Street culture bukan cuma soal apa yang lo pakai. Ini soal kebiasaan, ruang, dan cara orang saling mengenali. Gue ngobrol bareng Yacko dan Matter Mos buat bahas santai soal itu. Bukan soal lagu atau panggung. Intinya gini: gimana culture jalanan ini hidup dan kenapa itu lebih dari gaya doang. Tujuan tulisan ini simple. Buka pintu obrolan tentang street culture dan hip hop culture di Indonesia.
Dari Threads sampai BeReal: Kenapa Semua Aplikasi Sekarang Pengen Jadi ‘Jujur’?
Kalau Instagram itu tentang feed rapi, foto estetik, dan caption thoughtful, sekarang tiba-tiba kita disuruh nampak “nyaris apa adanya”. Threads, BeReal, dan tren “unfiltered” lain bukan cuma nama aplikasi. Mereka lebih kayak respons kolektif: capek sama yang terlalu disusun, pengen sesuatu yang terasa... manusiawi. Aplikasi-aplikasi ini jadi gelombang platform baru dalam beberapa tahun terakhir, dengan fitur yang menekankan spontanitas dan ketidaksempurnaan.
Kenapa Lo Sering Ngomong Sendiri di Motor? Ternyata Itu Cara Otak Ngerapiin Pikiran
Pernah nggak lo lagi nunggu lampu merah, sendirian di motor, terus tanpa sadar ngomong ke diri sendiri? Gue juga. Bukan tanda lo kehilangan akal, itu cuma otak lo yang lagi berusaha keluarin suara dan pikiran biar lebih jelas. Santai, ini wajar dan malah punya fungsi. Kadang yang kita sebut “ngomong sendiri” sebenernya cuma inner monologue yang keburu keluar suaranya. Otak lo ngomong di kepala, tapi kadang butuh jadi nyata.
Sebentar Lagi Foo Fighters ke Jakarta! Kira-kira Gimana Ya Setlistnya?
Siapa yang udah booking tiket nonton Foo Fighters di Jakarta bulan depan? Santai, lo gak sendirian. Biar gak ngang-ngong di depan stage, kita intip prediksi setlist mereka, modal dari pop-up show terbaru dan kebiasaan band ini kalau main di tur. Biasanya Foo Fighters nggak malu buka dengan nomor yang langsung narik perhatian. Di pop-up show terakhir mereka, mereka mulai dengan Enough Space; lagu yang nge-set mood: rock langsung, mid-tempo, tapi ada ruang buat build-up.
Majalah Hai dan Poster Band Gratisan: Harta Karun Anak Muda 2000-an
Ada momen yang nggak bisa dilawan: uang jajan ditabung buat beli majalah, bukan buat jajan. Itu situasi yang familiar banget dulu dan Majalah Hai seringnya jadi alasan utama. Buat anak muda era 2000-an, majalah itu lebih dari sekadar kertas doang. Dia semacam panduan gaya, peta pertemanan, dan sumber gosip bareng yang sah. Buka satu edisi, rasanya kayak ngobrol sama temen yang selalu tahu musik dan gaya lo.
Mengingat Lagi Film Gie (2005) yang Penuh Rasa Cinta Kepada Indonesia
Sumpah, kalo lagi nongkrong santai, ngebahas film Gie selalu asik. Film lawas 2005 ini memang bikin lo bangga sama perjuangan anak muda. Ceritanya diangkat dari buku harian Soe Hok Gie berjudul Catatan Seorang Demonstran. Gak cuma kisah klasik, situs Cultura bahkan menyebut Gie sebagai salah satu film Indonesia terbaik tahun 2005. Lo pasti inget Nicholas Saputra yang perankan Gie, sosok idealis keturunan Tionghoa yang berani speak-up soal negara.
Terpapar! Kabar Q2 2025
Masurai - Manusia/Pakar Praktisi Saya bukan pendengar post-punk yang taat, jadi urusan teknis musiknya saya serahkan kepada yang lebih nggethu (Alfan Rahadi, misalnya?). Sekilas dengar pun, tak banyak bedanya Masurai dengan nama lama mereka, Closure. Buat anda yang gandrung Motorama dan koleganya, sila dengarkan mereka. Yang lebih menarik justru kehadiran lirik Indonesia.
Kenapa Sih Sneakers Bisa Senagih Itu Buat Cowok Urban?
Kalau lo perhatiin, sneakers hampir selalu jadi pilihan pertama buat banyak cowok urban. Ke kantor? Sneakers. Nongkrong? Sneakers. Kencan? Sneakers juga sering muncul. Bukan cuma soal style, ada banyak lapisan alasan kenapa sepatu ini susah banget dilepas. Santai, gue jelasin kayak ngobrol sambil ngopi. Dulu tampilan yang ‘cowok banget’ sering dikaitin sama looks yang formal. Sekarang, sneakers masuk sebagai bahasa visual baru. Simpel: rapi, fungsional, tapi tetap punya karakter.
Lagi Senang Kok Malah Muter Lagu Sedih? Ini Alasannya!
Ada yang lucu soal selera musik. Lo lagi ngerasa baik-baik saja, bahkan lagi bahagia, tapi playlist-nya penuh lagu sedih. Gak aneh. Malah bisa masuk akal. Yuk kita obrolin kenapa otak dan hati kadang milih lagu mellow sebagai teman hangout, padahal suasana lagi cerah. Kebanyakan orang ngira lagu sedih cuma bikin mellow. Padahal ada bagian otak yang justru ‘tenang’ waktu denger nada minor dan vokal penuh perasaan.
Jangan Heran Kalau Lo Suka Ngide Brilian di Malam Hari, Bro!
Pernah nggak lo, pas lagi rebahan di malam hari, nonton video random dan tiba-tiba dapat ide lagu, cerita, atau solusi yang ngebet banget buat dieksekusi? Kalau iya, selamat. Lo sudah ikut klub orang-orang yang kerja kreatifnya paling meledak waktu malam. Ada alasan psikologis dan biologisnya, dan gue jelasin santai aja di bawah. Banyak orang nyebut ini sebagai ‘midnight creativity’. Intinya: ide-ide liar sering muncul pas jam di mana orang lain udah ngorok. Ini bukan mitos doang.
Banjarmasin Tutup MLDSPOT Stage Bus Jazz Tour 2025: Sing-Along Sampai Ambyar!
Gue selalu suka momen penutup tur. Ada rasa lega, ada energi yang numpuk jadi satu. Banjarmasin jadi tujuan terakhir MLDSPOT Stage Bus Jazz Tour 2025: Ambyar Takeover, dan suasananya pas banget; sedikit riuh, tapi tetap akrab. Acara dibuka sama barisan local artist yang ramah banget di telinga: Big Secret, Gempita Music, Widya Angel, dan Big Boss Entertainment. Mereka nggak pakai konsep ribet, mainin lagu biasa sambil nyelipin koplo yang bikin audience cepat nyambung.
Susah Fokus Abis Makan Siang? Otak Lo Lagi Food Coma!
Makan siang after meeting panjang, enaknya nasi padang. Eh tapi jadinya, ngantuk banget bro! Lo nggak sendirian. Banyak orang yang habis makan siang berat malah ketiduran setengah sadar di meja, jadi mikir spreadsheet dan deck presentasi kayak naskah drama yang susah banget dicerna. Fenomena itu biasa disebut food coma, dan tidak, itu bukan karena lo malas. Otak lo lagi sibuk beradaptasi sama makanan yang baru masuk.
Gapapa Dikit-dikit Screenshot Chat, Soalnya Fungsinya Banyak!
Lo nggak sendirian. Banyak banget yang suka dikit-dikit screenshot, gue juga kok. Screenshot chat itu sekarang hampir jadi refleks, ketika ada yang penting, lucu, atau berpotensi ribet, jempol lo otomatis neken tombol volume down + power. Di mata banyak orang itu bukan cuma buat ngerekam momen. Itu cara buat menyimpan bukti, janji, atau cuma sekadar catatan cepat supaya nanti nggak lupa. Simple, efektif, dan kadang terkesan agak paranoid. Tapi wajar.
Poster Bola di Kamar dan Jersey Bajakan: Identitas Anak 2000-an yang Penuh Gaya
Masih ingat kamar masa kecil lo atau ruangan lain di rumah waktu dulu? Dinding penuh poster besar, kaos tergantung di paku, bunyi kipas angin yang setia nemenin nonton gol berulang-ulang. Buat anak 2000-an, itu bukan cuma jadi dekorasi interior rumah seadanya. Itu identitas. Itu cara lo bilang, “gue di sini, dan gue dukung siapa.” David Beckham, Ronaldinho, Zidane; tiga nama itu kayak personifikasi keren.
Kenapa Musik Lo-Fi yang Santai Bisa Bikin Lo Produktif?
Lo-fi itu kayak kopi hitam di sore yang sibuk: simpel, hangat, dan kerja. Nggak norak, tapi nempel. Belakangan, playlist dan live stream lo-fi jadi soundtrack wajib anak muda yang nugas, kerja remote, atau cuma butuh mood yang tenang buat mikir. Di bawah ini gue ulas kenapa musik santai ini malah bikin lo lebih produktif. Buka YouTube sekarang, pasti nemu live stream lo-fi yang streaming berhari-hari. Visual loop, karakter animasi, dan gelombang beat yang aman buat telinga.
Tanpa Sadar, Fana Merah Jambu dan Man Upon The Hill Udah Berusia Satu Dekade!
Kadang yang bikin kaget bukan angka di kalender, tapi perasaan kalau waktu gak terasa cepet berlalunya, bro. Lo lagi santai, puter playlist lama, terus ngerasa ada yang familiar banget. Gak sadar, ternyata lagu yang lo dengerin udah sepuluh tahun. Dua lagu berikut ini punya cara halus untuk nempel di kehidupan orang: bukan lewat ledakan hits semalam jadi, tapi lewat momen-momen kecil yang berulang.
Nonton MTV Ampuh Sambil SMS Voting: Ritual Musik Anak 2000-an yang Harus Lo Tau!
Gue masih inget betul: Sabtu malam, TV nyala, layar penuh video klip, terus ada pengumuman voting. Temen gue dan gue langsung saling pandang, pegang HP, dan mulai ngetik SMS. Simple, konyol, tapi anehnya sakral. MTV Ampuh waktu itu bukan cuma jadi acara TV biasa. Dia semacam stadion kecil di ruang tamu. Kalau lagu lo nongol di Ampuh, kemungkinan besar lagu itu bakal jadi soundtrack kosan, motoran, atau playlist galau pas putus cinta. Label dan radio kadang ngikutin yang lagi rame di Ampuh.
Sirkuit, Suara, dan Waktu: Cerita dari Autokhana 2025 Putaran 3
Ngomongin slalom itu asyik karena tiap detik bisa ngubah cerita. Putaran 3 di Yogyakarta kemarin punya semuanya: waktu rapat, pemain baru yang nunjukin taring, dan suasana santai karena ada musik dan breaking battle di sela-sela. Nih gue rangkai jadi satu ceritanya. Anjasara Wahyu jelas jadi sorotan. Dia catet waktu terbaik 00:40.296 dan nangkring di puncak podium Group F. Gak cuma sekali, performanya konsisten dan bikin lawan harus ngeden.
Stage Bus Jazz Tour Palangkaraya: Basah-basahan tapi Rame Pol!
Gue belum berhenti ngejar perjalanan Stage Bus Jazz Tour 2025 ini. Bahkan gue kejar sampai Palangkaraya! Dan mungkin, bisa gue bilang kalau Palangkaraya adalah titik terpecah sejauh ini. Acaranya sendiri digelar pada hari Sabtu, 6 September 2025 kemarin di Tuah Pahoe Stadium. Hujan? Yaudah, gue tetep dateng. Gue sampe mikir, hujan bakal jadi alasan banyak orang untuk pulang. Ternyata nggak. Dari awal sampe penampil terakhir, orang masih ngantri di loket.
Stage Bus Jazz Tour Yogyakarta: Dari Intimate Sampai Momen Pecah Bareng Barasuara
Jogja jadi salah satu titik terakhir Stage Bus Jazz Tour di Agustus 2025, dan opening-nya dibikin hangat sama The Philanthropist dan Amorisa. Setlist yang mereka bawain kayak ngajak audiens buat pelan-pelan masuk ke vibe malam itu. Begitu Pemandu Lagu Selekta naik panggung, suasana langsung kebalik total. Format AMBYAR TAKEOVER sukses bikin semua orang berdiri, joget, dan nggak bisa diem. Kayak pesta dadakan di tengah jalan. Lanjut ke Suara Kayu, yang konsisten dengan ciri khas intimate mereka.
Roblox Stage: Tempat Lo Nonton Gigs Tanpa Keringetan
Gigs di Roblox membuka babak baru cara orang menikmati musik. Panggungnya virtual, tapi energinya tetap nyata. Lewat Moshcorblox, gigs indie masuk ke dunia game, ngasih cara baru nikmatin musik sambil muter-muter di venue hasil imajinasi. Konsep gigs di Roblox jadi jawaban keresahan anak tongkrongan. Musik indie yang biasanya cuma ada di venue kecil, kini bisa dinikmati di dunia game. Karena Moshcorblox, lo nggak cuma bisa dengerin musik, tapi juga nongkrong di venue dengan desain gokil.
Dengerin Musik Sendirian di Kamar: Gaya Nonton Konser Versi Anak Introvert
Nama Pengirim Email Penerima Pesan
Barasuara Emang Pantes Viral, Bro!
Belakangan, lo pasti sering banget denger nama Barasuara seliweran di sosmed atau jadi bahasan di tongkrongan. Apalagi sejak “Terbuang Dalam Waktu” tiba-tiba jadi soundtrack film dan langsung viral. Tapi, sebelum kita ngomongin kenapa lagu itu bisa meledak, lebih asik kalau kita kulik dulu cerita di balik hype Barasuara bareng-bareng. Jadi, siapin cemilan, simak terus, siapa tau lo malah nemu playlist baru buat nemenin hari-hari lo.
Healing ke Singapore: Sekali Jalan, Segala Masalah Ilang!
Kota rapi, musik kencang, dan lampu malam yang bisa bikin mood lo balik lagi. Oktober ini, mending kabur ke Singapore. Bayangin lo lagi duduk di pesawat, mata masih berat gara-gara kerjaan belakangan ini numpuk terus. Begitu lihat ke luar jendela, lampu-lampu kota yang tersusun rapi di Singapore mulai keliatan. Rasanya kayak ditarik keluar dari rutinitas, masuk ke tempat baru yang segar.
Marina Bay Memanggil: F1, Konser, dan Rencana Liburan Lo di Singapura
Catat di kalender lo: Formula 1 bakal mampir lagi ke Marina Bay Street Circuit tanggal 5 Oktober 2025, dan itu berarti balap malam yang bakalan penuh lampu, asap, dan suasana kota yang menyala. Kalau lo pernah nonton highlight-nya, lo tahu gimana vibe Marina Bay bisa ngangkat weekend jadi pengalaman festival. Musim F1 tahun ini panjang dan padat; total ada 24 seri, mulai dari Maret dan akan berakhir di Desember.
Barbeque JAM Vol. 6: Energi ‘Street Culture’ di Kota yang Nggak Pernah Mati
Jakarta tuh, asli, kayak punya energi yang nggak habis-habis. Lo baru aja kelar satu acara, eh, besoknya ada lagi yang lebih rame. Nah, Barbeque JAM 2025 ini? Udah kayak kumpulan semua energi liar itu dalam satu akhir pekan. Lima tahun ngilang, sekarang balik lagi, dan vibe-nya makin gila. Dan ini, adalah tongkrongan baru buat MLDSPOT. Jangan pikir ini festival yang cuma lewat di explore Instagram lo, bro. Ini tempat semua street artist, dancer, sampe beatmaker tumplek blek.
Stage Bus Jazz Tour Cianjur: Dari Jazz Pop Sampai Dangdut, Semua Jadi Ambyar
Gue sempat mampir ke Stage Bus Jazz Tour (SBJT) 2025 di Cianjur, titik kedua dari lima kota yang disamperin tahun ini. Temanya AMBYAR TAKEOVER, dan bener aja, sepanjang acara musiknya campur-campur, dari jazz, pop sampai dangdut, tapi vibes-nya tetep asik dan nyambung. Awal banget gue udah disambut Lula Maria bareng Kokoh & Playground. Suaranya yang adem langsung bikin mood enak banget lewat lagu kayak Pesonamu, Indecisive, Duri Hati, sampai Sesempatmu Saja.
Ngapain Bela-belain Beli Kaos Band Mahal? Ini Gak Cuma Soal Musik, Bro!
Gue ingat waktu gue lagi antre kopi di pantry, terus lihat temen gue asyik nunjukin kaos band yang udah mulai pudar tintanya. Gue mikir, “Setengah juta buat kaos doang? Serius? Gampang pudar pula”. Padahal, setelah gue cari tau, ternyata di balik harga itu, tersimpan cerita soal identitas, komunitas, dan bisnis yang lagi nendang di industri musik. Yuk, kita kulik kenapa kaos band bisa jadi incaran dan kenapa banyak yang rela investasi.
Ternyata, Ini Yang Bikin Lo Ketagihan Ngulang Video di Tiktok!
Pernah nggak lo nangkring di kasur sambil scroll TikTok, tiba-tiba sadar udah nonton video yang sama berulang kali? Lo mikir, “Ya ampun, ini kok kayak replay terus ya,” padahal sebenernya otak lo lagi ngidam dopamin mini. Dan ternyata lo gak sendiri. Kadang kalo lo nyelam ke kolom komen, ada orang lain yang smapai nulis "Gue udah dua hari di sini". Kocak sih, tapi itu jadi bukti juga kalau videonya terlalu nagih buat diulang-ulang.
Kebanyakan Notes Random di HP? Mungkin Lo Kaum Overthinking Kreatif!
Kadang kita nggak sadar, HP penuh dengan sejumlah notes acak yang isinya mulai dari lirik lagu penggalan pagi tadi sampai daftar belanja buat seminggu ke depan. Awalnya lo mungkin mikir “ini kepikiran apa lagi sih?”, eh tapi begitu dibaca ulang, ide-ide seru malah bermunculan. Ternyata kumpulan catatan random itu bukan sekadar sampah digital, melainkan tanda otakmu lagi aktif meramu kreativitas.Apalagi di era serba cepat ini, catatan di HP bisa jadi tempat curhat modern.
Gigs Gratisan vs Konser Mahal: Mana yang Beneran Bikin ‘Feel Alive’?
Lo pernah nggak, ngerasa hidup lo kayak stuck di mode autopilot, kerja-pulang, kerja-pulang, terus tiba-tiba ada notif konser atau gigs rame yang lewat di timeline? Kadang, cuma itu sih yang bikin hari Senin lo nggak kerasa kayak neraka banget. Nah, musik emang punya power gede buat ngasih warna di hidup yang kadang flat ini. Pertanyaannya, lo lebih tim konser mahal yang vibes-nya kayak pesta sultan, atau tim gigs gratisan yang chaos tapi nagih?
Stage Bus Jazz Tour 2025 Balik Lagi: Ambyar Takeover di Bandung
Kalau ngomongin gig di Bandung, rasanya gak pernah ada kata sepi. Kota ini selalu punya alasan buat bikin orang keluar rumah, ngumpul rame-rame, dan teriak bareng di depan panggung. Begitu juga minggu lalu, ketika Stage Bus Jazz Tour 2025 mampir lagi dengan tajuk Ambyar Takeover. Venue-nya di Kiara Artha Park, dan dari sore sampai malam suasananya udah kayak pasar malam versi anak tongkrongan: rame, penuh tawa, dan semua orang siap kehilangan suara. Line-up lokal kali ini lumayan nyetrum.
Sekadar Mengingatkan: Dulu Ngoleksi Poster dan Stiker Tuh Seru Tau!
Pernah gak sih lo ngoleksi poster-poster yang didapet dari majalah? Entah itu poster band atau tim bola favorit. Trus, lo tempelin satu-satu dengan rajin di dinding kamar. Tujuannya tentu aja buat dapet pengakuan dari tongkrongan! Poster dari majalah bukan satu-satunya collectible item yang bisa didapetin. Dan dulu, kegiatan nyari benda-benda kayak gini seru banget, tau! Bahkan lo bisa sampai ke pelosok-pelosok buat dapetin barang yang lo mau. Karena sebegitu satisfying-nya kalo udah didapetin.
Sore: Istri dari Masa Depan dan Obsesi Pada Hidup yang Beda
Source: Instagram @sheiladaisha Bro, lo pernah nggak sih, lagi bengong terus tiba-tiba kepikiran, “Gue sekarang tuh hidup di jalur yang bener nggak, ya?” Bukan cuma soal pilihan jurusan waktu kuliah atau mantan yang nggak sengaja lo lepas, tapi lebih ke arah, “Coba waktu itu gue berani ambil keputusan beda, hidup gue kayak gimana ya sekarang?” Nah, pikiran kayak gini tuh sering banget nongol, apalagi kalau lagi sendirian di kamar, ditemani playlist galau sama lampu temaram.
Meme Jadi Bahasa Kedua? Ini Alasan Lo Lebih Nyambung Lewat Gambar Kocak
Lo pernah ngerasain obrolan seru tapi ujung-ujungnya susah banget nyari kata? Di sinilah meme masuk jadi penyelamat. Sekali lihat, langsung nyambung, ngakak, dan lo bisa ngerasa semua yang mau lo omongin udah tergambar jelas. Gak pakai basa basi, gak perlu jelasin panjang lebar. Nah, sebelum lo langsung main share GIF kucing lagi, yuk kenalan dulu sama gimana sih meme bisa jadi bahasa kedua yang bikin komunikasi makin asik di tongkrongan.
Waktu Gak Ada Spotify, Nungguin Lagu Favorit di Radio Itu Seru!
Dulu, nungguin lagu favorit itu kayak ikutan drama pagi sampai sore. Gak ada tombol play instan, jadi kudu setia mantengin radio di frekuensi favorit sambil pegang tape recorder. Jantung dag-dig-dug, mata melotot ke layar frekuensi, berharap sinyal pas. Semua itu jadi cerita seru bareng temen, sambil gelar tikar di teras, ngerasain deg-deg-an barengan. Nah, gue mau ngasih tau ke kalian tentang momen itu.
Kenapa Lo Sering Nyanyi Lirik Salah? Ternyata Otak Lo Emang Suka Gak Detail
"I know I can treat you better, badak dan ikan..." Lo pernah nggak sih asik nyanyi tiba-tiba baru nyadar liriknya beda jauh sama yang asli? Kayak lo ngerasa paham, eh ujung-ujungnya malah bikin lo bingung sendiri. Atau malah misheard-nya kocak kayak penggalan lirik di atas. Tenang, lo nggak sendirian kok. Banyak orang justru nemuin keseruan sendiri dari salah dengar lirik. Yuk, kita ngobrol santai soal kenapa otak lo suka nggak care sama detail itu. Otak manusia itu rajanya shortcut.
AI Art vs Filter Instagram: Bedanya Biar Feed Lo Makin Kece
Nama Pengirim Email Penerima Pesan
Cafe Instagramable di Jakarta yang Dulu Hits, Sekarang ‘Tinggal Cerita’
Nama Pengirim Email Penerima Pesan
Kenapa Lo Lebih Suka Suara Cewek di Google Assistant Daripada Suara Cowok?
Nama Pengirim Email Penerima Pesan
Show More
loading
Actions
Get in touch with Puti Cinintya Arie
Contact Puti Cinintya Arie, search articles and posts on X, monitor coverage, and track replies from one place.
Learn more about Muck Rack